Algoritma
geometrik berurusan dengan benda-benda geometris seperti titik, garis, dan
poligon. Orang Yunani kuno yang sangat tertarik untuk mengembangkan prosedur (Mereka
tidak menyebutnya algoritma) untuk memecahkan berbagai masalah geometris, termasuk masalah membangun geometris
bentuk-segitiga sederhana, lingkaran, dan sebagainya dengan penguasa ditandai
dan kompas. Kemudian, untuk sekitar 2000 tahun, minat yang kuat dalam algoritma
geometrik menghilang, akan dibangkitkan di usia komputer tidak lebih penguasa
dan kompas, hanya bit, byte, dan kecerdikan manusia. Tentu saja, saat ini orang
yang tertarik dalam algoritma geometrik dengan aplikasi sangat berbeda dalam
pikiran, seperti komputer grafis, robotika, dan tomografi.
Kami
akan membahas algoritma hanya dua masalah klasik komputasi geometri. the closest-pair problem dan the
convex-hull problem. the closest-pair problem ini cukup jelas
diberikan n poin dalam pesawat, menemukan the closest-pair antara mereka. the convex-hull problem
meminta untuk menemukan convex poligon terkecil yang akan mencakup semua poin
dari himpunan.
Atau dapat disimpulkan :
- · Berkaitan dengan objek geometrik: titik, garis, poligon, dll.
- · Yunani kuno: membangun bentuk geometris sederhana –segitiga, lingkaran, dll. menggunakan penggaris dan kompas yang tidak ditandai
- · Masa kini: aplikasi komputer grafik, robot, tomography*
- · Problem klasik:
o
Problem
closest-pair: diberikan n titik pada suatu bidang, temukan pasangan
terdekat diantaranya
o
Problem
Convex hull: temukan poligon cembung terkecil yang melibatkan semua titik yang
telah ditentukan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar